Pesawat Boeing 737 Dari Generai ke Generasi

EduForex/ March 11, 2019/ Economy, Uncategorized/ 0 comments

Boeing 737 dari seri 737-100 ke 737-Max

Boeing 737 dari generasi ke generasi

Generasi awal Boeing 737

Pesawat Boeing 737 merupakan salah satu produk dari perusahaan pembuat pesawat terbang Boeing Commercial Airplanes (Divisi dari The Boeing Company). Boeing 737 adalah salah satu jenis pesawat komersial berbadan sempit dengan mesin ganda (twin jet) yang sangat laris di pasar pesawat komersial. Awalnya pesawat ini merupakan pengembangan versi murah dari Boeing 707 dan Boeing 727 dengan kapasitas yang lebih sedikit dan berjarak pendek.

Generasi pertama dari ‘keluarga‘ Boeing 737 adalah Boeing 737 seri 100 (B 737-100). Penerbangan pertama seri ini dilakukan pada tahun 1967 dengan menggunakan mesin produksi  Pratt and Whitney JT8D. Dilanjutkan dengan keluarnya seri 200 yang ukurannya lebih panjang.

Di tahun 1980-an mulai diluncurkan generasi selanjutnya, yaitu seri 737-300, 737-400, 737-500 (Boeing 737 Classic series) menggunakan mesin CFM56 turbofan dengan pengembangan berarti di bidang sayap dan mesin.

Boeing 737 Generasi Baru

Tahun 90-an mulai muncul saingan dari AIRBUS yang merupakan konsorsium dari negara-negara eropa. Untuk tipe pesawat berbadan sempit, AIRBUS memproduksi A-320. Boeing pun mengeluarkan seri generasi lanjutan (Next Generation) dari 737 dengan penamaan  seri 737-600, -700, -800, -900. Seri-seri next generation memiliki inovasi terutama di sistem elektronik, rancang ulang mesin pesawat, penggunaan ‘wing tip’, memakai sistem interior kabin milik 777, dengan fokus utama membuat lebin irit bahan bakar dan memperbaiki proses ‘take-off’.

Memasuki masa milenium, Boeing mengembangkan 737-900 (Extended Range) yang memiliki daya angkut penumpang lebih banyak, melebihi daya angkut Boeing 707. Pada varian terbaru ini, kokpitnya telah dilengkapi dengan HUD (Head Up Display). Peralatan ini biasanya dipakai pada pesawat militer / pesawat tempur. Fungsinya adalah untuk mempermudah pilot dalam menentukan kemiringan pesawat baik secara vertikal maupun horizontal. Pesawat ini menggunakan layar LCD yang terpadu dalam bentuk glass cockpit. Sedangkan Seri terbaru 737 dikenal dengan seri 737-MAX, diluncurkan setengah abad setelah peluncuran seri 737 yang pertama.

Namun malangnya, dalam beberapa bulan belakangan ini, telah terjadi 2 kecelakaan yang melibatkan pesawat seri terbaru Boeing 737 tersebut. Semoga penyelidikan yang dilakukan dapat menemukan penyebab kecelakaan secara menyeluruh guna menghindari kejadian yang berulang di masa akan datang.

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*