Perdana Menteri Inggris Mempersiapkan Voting Ketiga BREXIT

EduForex/ March 14, 2019/ Economy, Forex/ 0 comments

Rejected Brexit Voting

Rejected Brexit Voting

Media massa Inggris melaporkan PM May mempertimbangkan usaha terakhir untuk mendapatkan persetujuan proposal Brexit-nya. oleh anggota parlemen Inggris di tanggal 20 Maret yang akan datang. Ini berarti Rabu mendatang merupakan voting ke-3 yang akan diadakan mengenai Brexit.

Sebagai suatu percobaan terakhir mengenai kesepakatan Brexit-nya Theresa May mengeluarkan peringatan tegas kepada penentang Brexit. bahwa mereka harus menyetujui tawarannya minggu depan atau menghadapi perpanjangan pasal 50. PM May ingin menunjukan kalau dia akan meninggalkan Uni Eropa dengan “kesepakatan yang bagus”.

Bila anggota parlemen menyetujui kesepakatan, pemerintah akan meminta “perpanjangan teknis, singkat” untuk pasal 50. Sebuah petunjuk bahwa May merencanakan pemungutan suara ketiga yang mungkin akan dilaksanakan minggu depan.

Beberapa komentar tambahan dari Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond saat ia menyampaikan pernyataan anggarannya. Antara lain:

  • Brexit tanpa kesepakatan akan memberikan pukulan ekonomi jangka pendek dan menengah yang signifikan.
  • Kemajuan yang telah dibuat akan beresiko jika tidak dapat keluar dengan aman dan tertib dari UE.
  • Yakin bahwa anggota parlemen akan meloloskan kesepakatan UE dalam beberapa minggu mendatang.
  • Mengatakan tanpa kesepakatan bukan lah apa yang masyarakat Inggris pilih.

Sementara di sisi Euro, Produksi Industri yang dikeluarkan oleh Eurostat menunjukkan volume produksi industri seperti pabrik dan manufaktur naik 1,4%, dibandingkan -0,9% di periode sebelumnya. Hal ini mengejutkan pasar secara positif, rebound lebih dari yang diprediksi selama paruh pertama tahun ini.

Sentimen positif ini turut mengerek Euro mengikuti tren naik seminggu terakhir. Dalam jangka panjang, kinerja ekonomi di kawasan akan tetap menjadi pusat perhatian seiring dengan prospek penilaian ulang kebijakan moneter ECB. Dalam hal tersebut, perlu disebutkan bahwa investor tetap mengantisipasi kenaikan suku bunga pertama oleh bank sentral di suatu waktu di semester kedua 2019. Di sisi politik, hambatan diperkirakan akan muncul sehubungan dengan pemilu parlemen UE mendatang. Di mana fokus perhatian akan tertuju pada potensi peningkatan opsi populis di antara pemilih.

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*